Pengalaman ini terjadi di AS waktu saya pertama kali bertemu Clara.
Dia berumur 20thn waktu kita pertama berkenalan. Kulitnya kuning langsat, rambutnya hitam pekat sebahu, matanya besar agak kecoklatan, dan bibirnya yang indah selalu tersenyum. Badan Clara kecil tapi berotot karena dia rajin banget work-out di gym. Saya bilang Clara cantik dan tinggi buat ukuran orang Asia. Pantatnya bunder dah buah-dadanya sebesar jeruk sunkist... tidak besar tidak kecil. Saya sendiri indo America-Indonesia. Belajar bahasa Indonesia dari ibu saya dan setahun tinggal di Indonesia. Tinggi 6 feet dan berat 160 lbs. Orang bilang saya ganteng tapi kata saya sih biasa biasa saja.
Pertama kenalan Clara agak malu-malu, tapi sesudah itu dia asyik banget diajak bicara. Pertama kita keluar bareng kita cuman pergi nonton film di bioskop. Waktu itu saya tidak terlalu berani abis dia belum pernah pacaran. Alasannya nunggu Mr. Right. Jadi saya cuma pegang tangannya or cuma cuddling.
Suatu hari saya ajak dia ke gunung buat sekedar ngobrol dah liat bintang soalnya malam itu indah sekali. Malam itu dia pakai tank top dan celana pendek. Biarpun dia anak baik-baik, Clara seneng pakaian yang seksi. Celana pendeknya pendek sekali, cuma 1 cm di bawah belahan pantatnya. Jadi saya bisa liat pusarnya dan kakinya yang mulus panjang. Sesampainya di sana kita duduk di belakang truck 4x4 saya. Sambil ngobrol sana sini saya dekatin dia. Dia tidak menjauh. Terus tangannya saya pegang dan perlahan saya kecup bibirnya. Pertama dia dia diam saja, tapi tak lama dia membalas. Bibirnya enak sekali, penuh dan lembut. Terus tangan saya elus mukanya. Lembut sekali kulitnya. Belum pernah saya megang kulit selembut Clara... kali itu kulit rata-rata orang asia... tau lah. dari muka lengan saya pindah ke lehernya, terus ke pundaknya, lalu ke punggungnya. Clara diam saja, dia tidak nolak, malah lengannya dilingkarkan ke leher saya. Ciumannya kami semakin hot. Dia senang sekali rasanya punggungnya dielus-elus. Tidak lama Clara mulai meraba-raba dada dan punggung saya. Enak sekali, jari-jarinya begitu lembut. Lalu, biarkan saya takut dia marah, saya elus buah-dadanya. Dia tidak marah, malah dia mengeluh keenakan. Lima menit kita ciuman sambil saya remas remas dadanya. Tambah berani saya masukan tangan saya ke bawah tank topnya. Dia terkejut waktu merasa tangan saya di dadanya yang dibalut bra renda. Tapi dia tidak nolak dan saya bisa rasa putingnya yang mengeras. Sambil terus meremas saya rasa kancing branya di antara buah dadanya. Saya cepat-cepat buka dan saya terus remas-remas dadanya. Clara agak nolak tapi karena enak dia relax lagi. Perlahan saya singkap tank topnya dan cepat-cepat saya isap putingnya takut dia nolak. Clara keenakan dan sambil saya terus isap tank top dan bhnya saya buka. Cantik sekali Clara waktu itu. Tampangnya polos sekali dan saya lihat dia tersenyum waktu saya pandang dia. Saya tanya dia apa saya terlalu aggressive, dia bilang dia ok saja. Bibir Clara saya lumat dan tangan saya terus meremas-remas dadanya. Clara tambah panas. Napasnya mulai tidak teratur. Saya tambah berani, tangan saya mulai mengelus-elus pahanya dan bibir saya pindah ke putingnya. Terus saya elus pantatnya yang indah dan putingnya saya gigit perlahan. Clara senag sekali. Waktu saya elus pantatnya yang dibalut celana pendek, saya kaget juga. Clara engga pake celana dalam. Saya semakin terangsang soalnya saya tidak mengira. Perlahan saya buka kancing and resleting celana pendeknya. Clara tidak nolak. Tak lama celana pendeknya sudah disampingnya. ternyata Clara pakai celana dalem, cuman dia pakai g-string... (itu tuh celana dalam yang cuman nutupi memeknya saja dan belakangnya di antara pantatnya) jadi waktu saya raba tidak terasa. Clara seksi sekali. Dia tidur terlentang pasrah dengan dada terbuka hanya dibalut celana dalam renda. saya tanya lagi, apa dia marah. Dia bilang dia senang. Perlahan saya cium lehernya, terus saya turun ke perutnya. Dengan lembut pahanya saya jilati dan bisa saya dengar desahan Clara. Lalu celana dalamnya saya singkap dan sekali lagi saya terkejut. Clit (tak tahu Indonesia-nya... kemaluannya) Clara terlihat jelas sekali. Ternyata Clara seneng mencukur daerah itu. Mulus sekali dan terus terang inilah pertama kali saya melihat a virgin pussy. Clitnya merah muda kecoklatan dan saya lihat juga dia sudah basah. Terangsang sekali saya waktu itu dan tanpa nunggu reaksi Clara saya serbu pussynya. Saya jilat perlahan. Sebelum saya lanjut, saya pandang dia dan sekali lagi saya tanya, apa ini boleh. Dia bilang saya boleh melakukan apa aja malam ini. Saya gembira sekali. Saya kembali jilatin dia dan Clara lebih keras desahannya. Sedang asyik menjilat Clara narik saya. Saya kira dia pingin berhenti. Tapi dia lah mencium saya dan sepat-sepat dia mebuka baju dan celana saya. Baru pertama Clara lihat kontol dan kontol saya waktu itu sudah keras sekali. Entah instink entah apa, dia masukin kontol saya ke mulutnya. Nikmat sekali. Belum pernah saya merasa seperti ini. Mungkin saya mulai jatuh cinta. Terus saya tarik pantat dia dan kita melakukan 69 di bawah bintang. Indah sekali pantatnya dan pussynya wangi sekali. Clara sudah basah kuyup, juicenya ngalir di bibir saya, enak sekali, manis rasanya. Tiba-tiba Clara berhenti ngulum dan dia menjerit. Dia climaks dan saya rasa cairannya mengalir di bibir saya. Saya jilat dia dan tak setetespun yang terlewat. Clara membalikkan tubuhnya dan dengan wajah tersenyum dia bilang dia ingin make love. Saya senang sekali dan dengan lembut saya tidurkan dia. Saya cium dia dan perlahan saya masukan kontol saya ke pussynya. dia mengerang kesakitan dan saya merasa kasihan, tapi dia bilang dia tidak apa-apa. Tambah lama kontol saya masuk tambah dalam. Perlahan saya naik turun dan tidak lama Clara juga mulai goyang. Dia dah tidak sakit lagi, malah dia kenikmatan. Saya, saya senang sekali. Virgin pussy ketat sekali... beda sekali dengan ex, ex saya. Karena ketatnya saya ingin come tapi saya tahan. Saya ingin Clara come lagi. Dengan semangat saya fuck dia. Pantat dia saya tarik ke arah saya dan kakinya saya taruh di pundak saya. Clara teriak "faster". saya percepat, tak lama dia come. Kuat sekali sampai dia mesti teriak. Saya senang. Lalu dia bilang dia ingin saya come juga. Tapi dia tidak mau saya come di dalemnya, engga mau hamil katanya. Saya tanya maunya apa. Dan dia bilang dia ingin saya come di seluruh badannya, juga di mukanya. Tambah terangsang saya. Saya fuck makin cepet dan tak lama saya tarik dan saya come di perutnya, di dadanya, dimukanya dan kadang Clara coba menangkap cum saya. Sesudah itu kita saling berpelukan dan kita berciuman. Malam itu indah sekali. kita memandang bintang dan sesudah tak capai, kita make love lagi sampai pagi.
Sejak malam itu kita selalu make love... kadang kita tidak make love tapi cuman fucking soalnya kita horney banget. Segala posisi kita sudah coba. Ternyata Clara yang agak pemalu asyik sekali soal sex. Kadang malah kita bikin video. Pernah teman saya ikutan dan Clara senang sekali soalnya dia tidak pernah dengan cowok lain. Tap dia cuman isep temen saya doang dah saya nge-fuck dari belakang. Dia dengan teman saya turned me on. Teman saya ketagihan soalnya Clara isepannya maut sekali. Setaun kemudian kita married.
Sorry kalo bahasa Indonesia saya jelek sekali.


3 komentar to "Clara"

Posting Komentar